Informasi Penting Seputar Perawatan Bayi Prematur

Sahabat, layaknya merawat bayi yang lahir cukup bulan tentu saja bayi prematur juga membutuhkan perawatan yang sama. Termasuk didalamnya perawatan kebersihan dan kebutuhan minum. Namun demikian ada beberapa ‘ hobby ” atau kebiasaan yang sering dimiliki oleh bayi – bayi prematur yang membuat kita harus lebih hati – hati dan ekstra perhatian untuk merawat si bayi yang terlahir sebelum waktunya yakni kurang dari 37 minggu ini.

Yuk kita perhatikan apa saja sih yang mudah terjadi atau sering diitemukan dan menjadi sebagian masalah pada bayi prematur.

1.Bayi prematur mudah kedinginan

Mengapa ? karena pada kulit bayi prematur sangat tipis dan mengandung sedikit sekali lemak. Selain itu pusat pengatur suhu tubuhnya juga belum sempurna. Bayangkan saja bagaimana si mungil nan imut ini harus berjuang untuk mempertahankan suhu tubuh badannya. Di dalam rahim sang bayi cukup hangat tapi ketika harus terlahir maka suhu di luar rahim ibu cenderung lebih dingin. Itulah sebabnya bayi prematur perlu dihangatkan antara lain dengan metode kanguru, ibu atau ayah mengendong bayi di dada dengan alat gendong khusus, agar bayi bisa kontak dari kulit ke kulit langsung dengan orang tua. Kehangatan tubuh ibu atau ayah sanggup membuat si mungil bertahan di lingkungan luar rahim. Selain itu dapat pula menggunakan incubator atau cahaya lampu.

2.Bayi prematur sering mogok bernafas

Nah ini yang sering juga terjadi. Hal ini akibat si bayi belum mempunyai fungsi paru – paru yang matang dan ada lapisan paru yang belum terbentuk sempurna. Akibatnya gangguan pernafasan terjadi. Dalam keadaan dimana bayi prematur gagal bernafas spontan maka bayi prematur perlu bantuan alat khusus di rumah sakit dalam beberapa waktu sampai keadaan fungsi paru – parunya stabil. Selama kondisi rawan ini maka perawatan dilakukan oleh tenaga kesehatan

3. Cadangan gula dalam tubuh bayi prematur cenderung mudah turun

Lagi – lagi masalah ini berkaitan erat dengan perubahan lingkungan dari dalam rahim ke luar rahim. Waktu masih dalam kandungan si bayi prematur ini cukup mendapat pasokan zat gula dan zat makanan melalui ibu yang dialirkan ke rahim melalui ari ari dan tali pusat. Nah begitu si bayi terlahir , dengan segala upaya bayi yang belum matang organ tubuhnya ini terpaksa harus berjuang mandiri untuk memenuhi kebutuhan zat makanan atau sumber zat gula dalam tubuhnya.

Pada kondisi tertentu bayi prematur terpaksa harus dibantu dengan tindakan medis atau pemberian cairan infus yang mengandung zat gula. Hal yang bisa dilakukan orangtua jaga kehangatan tubuh bayi agar kalori tubuhnya tidak semakin banyak yang terbakar dan terbuang. Kenakan topi kepala, kaus kaki dan kaus tangan, beri selimut dan jangan lupa sering didekap. Penuhi kebutuhan ASI sesuai jadwal pemberian setiap 2 jam.

4.Bayi prematur sering terserang kuning.

Hal ini bisa terjadi pada setiap bayi prematur. Hati pada bayi prematur belum terbentuk sempurna sehingga pembuangan zat sisa dari tubuh yang disebut dengan bilirubine tidak bisa terbuang dengan lancar melalui buang air kecil maupun buang air besar.

Tak perlu cemas, ibu perlu memasok ASI sesering mungkin bagi si mungil maka akan memperlancar buang air besar dan air kecil pada bayi prematur, dengan sendirinya kuning akan dibersihkan terbuang saat bayi buang air besar maupun saat buang air kecil. Sebagai tindakan lanjut dokter menganjurkan terapi sinar yang bertujuan untuk menurunkan kadar kuning pada tubuh bayi. Bila tak ada alat untuk terapi sinar . Misalnya di desa terpencil dapat pula memanfaatkan sinar matahari pagi dan tak boleh terlalu lama , dan jaga mata bayi jangan menghadap cahaya matahari.

5. Bayi prematur malas menghisap dan suka tidur lama

Nah ini dia, hati – hati jika merawat bayi prematur, kalau sudah malas menghisap dan lebih banyak tidur, sebaiknya dikonsultasikan dengan bidan atau tenaga kesehatan lain agar di periksa apa ada masalah kesehatannya. Bayi kurang bulan memang aktifitasnya tidak sebanyak bayi cukup bulan. Pada bayi prematur waktunya seringkali habis untuk tidur. Oleh sebab itu orang tua bayi prematur harus rajin membangunkan bayi tiap 2 jam untuk pemberian minum ASI dan bila menghisapnya sangat pelan perlu telaten dan hati – hati jangan sampai tersedak.

6.Kulit dan bagian – bagian tubuh bayi prematur sensitif

Ini tak kalah penting. Yaitu perawatan kebersihan tubuh bayi prematur. Hati – hati dalam merawat, karena kulit bayi prematur sangat sensitif dan mudah terjadi ruam atau kemerahan pada sela sela tubuh, misal pada pantat, sela leher, sela kaki dan sebagainya. Bersihkan bayi prematur kapas yang dibasahi baby oil hangat. Apabila memandikan dengan air pastikan bahwa air mandi memiliki kehangatan yang cukup sesuai dengan tubuh bayi. Jaga kuku tangan ibu atau pengasuh agar tetap pendek agar tidak menggores tubuh bayi. Jaga pula kebersihan tali pusar bayi setiap kali memandikan agar tidak infeksi.

7.Bayi prematur mudah infeksi

Wah kasihan ya si mungil. tubuhnya masih lemah tapi harus bertahan dan berjuang melawan kuman nakal di sekitarnya.Apa yang bisa ibu lakukan ya? Berikan ASI sedini mungkin, walau hanya setetes ASI jangan di buang agar zat kekebal;an dari ibu bisa masuk ke tubuh bayi, Zat itu berguna sebagai tentara yang menyerang kuman – kuman nakal yang berada di sekitar bayi prematur. Jangan tunggu ASI keluar banyak baru memberi ASI pada bayi prematur, tetapi mulailah dengan memerah ASI sedikit demi sedikit. Dengan bangga ibu boleh menyerahkan pada bidan selama bayi dirawat dalam inkubator. ASI akan meningkatkan kekebalan alami si mungil.

sahabat semoga dengan menrima informasi ini kita bisa saling berbagi untuk mempertahankan kesehatan bayi – bayi prematur, jika ibu dan ayah sudah tahu informasi seputar perawatan bayi prematur ini maka bidan dan dokter akan dengan mudah bekerjasama dengan orangtua bayi prematur agar perawatan berlangsung maksimal. Bukankah tak kenal maka tak sayang, dengan mengenal kebiasaan dan hoby si bayi prematur maka kita akan semakin menyayangi dan memperhatikan detik demi detik perkembangan si mungil dengan percaya diri.

Oya sahabat ada catatan kecil untuk perawatan bayi prematur ini antara lain bayi prematur juga akan lebih cepat meningkat berat badannya bila di beri sentuhan kasih sayang, dapat pula dengan pijat bayi khusus prematur, memberikan musik klasik dan kurangi stres bayi terhadap rangsangan suara keras yang mengejutkan maupun rangsangan cahaya terang yang berlebihan. Ciptakan suasana kehangatan dan kenyamanan seperti saat bayi dalam kandungan agar ia tetap bertahan dan sehat.
( disadur dari : kompas.com )

Kapan si Kecil Siap Lepas dari Popok?

Sebagian besar anak yang belum bisa berlatih buang air kecil atau besar di toilet masih mengandalkan popok. Kapan si kecil bisa mulai lepas atau tidak menggunakan popok lagi?

Popok sekali pakai yang digunakan oleh balita memang bisa mempermudah hidup orangtua atau pengasuhnya karena membuatnya tidak repot harus selalu mencuci celana dan membuat rumahnya tetap bersih. Tapi kondisi ini sebaiknya tidak terus menerus terjadi karena tidak akan membantu balita membangun kesadarannya terhadap kebutuhan menggunakan toilet.

Seperti dikutip dari buku Your Baby Month by Month karangan Su Laurent dan Peter Reader yang diterbitkan Esensi, Kamis (13/1/2011) perkembangan balita untuk BAK (buang air kecil) atau BAB (buang air besar) di kamar mandi beragam karenanya tidak ada angka pasti mengenai kapan usia yang tepat.

Tapi orangtua bisa mulai melatihnya saat anak berusia 18-30 bulan, dan sebagian besar anak sudah lepas popoknya saat berusia 3 tahun.

Untuk mengetahui apakah si kecil sudah siap atau belum untuk melepas popok, lihatlah beberapa tanda yang menunjukkan kesiapan anak yaitu:
Anak memberitahu orangtua atau pengasuhnya jika popok yang digunakan basah atau kotor.
Anak menunjukkan ketertarikan ketika menggunakan kamar mandi.
Anak memiliki kesadaran untuk buang air kecil atau buang air besar.

Jika anak sudah menunjukkan tanda tersebut, maka peran orangtua adalah memberikan dorongan psikologis pada anak dan jangan membuat anak merasa bersalah jika anak gagal mengontrol kandung kemih dan sistem pelepasannya. Karena rasa bersalah tersebut bisa membuat perkembangan proses ini semakin lama, untuk itu berilah si kecil waktu belajar.

Untuk awalnya orangtua bisa memulai dari pagi hingga sore hari, latihlah anak untuk mengucapkan atau memberitahu orangtuanya jika ingin pipis atau sakit perut. Pada tahap-tahap awal pembelajaran, sebaiknya tetap gunakan popok celana jika ingin bepergian dan tidur sampai balita benar-benar bisa mengontrol pipis dan BAB-nya.

Dalam proses melepaskan popok, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan orangtua pada balitanya yaitu:
Memarahi balita karena ia mengompol atau pipis sembarangan dan tidak memberitahu orangtuanya.
Melepaskan popok saat malam hari di awal-awal proses pembelajaran, karena banyak balita yang belum siap untuk berhenti menggunakan popok sewaktu tidur.
Memaksa anak untuk langsung bisa pipis atau BAK di kamar mandi, karena proses ini butuh pembelajaran dan orangtua harus meluangkan waktu untuk mengajarinya.
( disadur dari : detiknews.com )

Mengeluarkan Batu Ginjal Tanpa Operasi (Kisah Nyata)

Sekitar awal tahun ini tiba-tiba aku merasakan nyeri dikaki serta lututku. Saking nyerinya, sempat aku hampir terjatuh dari KRL saat hendak turun di stasiun. Rasa nyeri ini juga semakin tidak nyaman dengan perut yang sering ayang-ayangen saat hendak buang air kecil.

Istriku sempat cemas saat hari Jumat pagi (7/1/2011) aku tidak sanggup mendirikan sepeda motorku saat hendak berangkat ke stasiun hingga akhirnya istriku melarangku untuk berkerja pada hari itu. Saat aku meminta ijin pimpinan di kantor untuk tidak masuk kerja, beliau menyarankan dengan sedikit memaksa agar aku segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Beliau bilang feelingnya kurang enak melihat penampilanku akhir-akhir ini di kantor yang sedikit kurang cerah, apalagi beberapa bulan terakhir memang banyak sekali jobdesk yang aku harus aku selesaikan. Bahkan terkesan sedikit ngoyo.

Sesampainya di rumah sakit dokter yang memeriksaku memintaku untuk cek darah dan tes USG. Diperkirakan aku terkena asam urat dan kristal asam urat tersebut mengumpul menjadi batu ginjal. Betapa terkejutnya saat hasil laboratorium keluar. Ternyata betul, hasil cek darah menunjukan kadar asam uratku mencapai 10,7 mg/dL. Jauh diatas rata-rata 3,5 sd 7,2 mg/dL. Dan lebih menyesakkan lagi, terlihat 4-5 butir batu di ginjal sebelah kiriku.

hasil USG, terdapat 4-5 batu di Ginjal kiri..

Alamak, ternyata bukan Gunung Merapi saja yang memuntahkan lahar dingin berupa batu dan pasir, kini di tubuhku juga mengalami fenomena yang sama. Dengan wajah kecut aku membayangkan lagi betapa sedihnya bakal menginap di rumah sakit plus biaya operasi yang mahal. Saat itu, 3 th yang lalu di ginjal kananku ditemukan 2 butir batu ginjal. Untuk mengeluarkan dan memecah batu ginjal tersebut, aku mesti merogoh biaya operasi tembak laser lebih dari 25 juta rupiah. Lha bagaimana jika batunya lebih banyak?

Tentu saja dengan sedikit panik, aku segera mencari informasi di internet cara memecah dan mengeluarkan batu ginjal di tubuhku tanpa operasi laser lagi. Dari berbagai macam informasi baik jamu, ramuan maupun herbal aku akhirnya memilih pengobatan melalui meminum rebusan rebung (tunas) bambu kuning. Menurut info dari situs tersebut, rebusan air rebung bambu kuning sangat ampuh untuk mengobati kencing batu dan batu ginjal. Dan salah satu alasan kenapa memilih cara tersebut karena besok siangnya kakakku yang tinggal di Semarang akan mengunjungiku ke rumah.

Tentu saja akan lebih mudah mencari rebung bambu kuning dari pasar tradisional di Semarang mengingat Semarang mempunyai makanan jajanan tradisional Lumpia yang memang menggunakan rebung sebagai bahan dasar pengolahan makanan tersebut. Alhamdulillah, kakaku dengan mudahnya menemukan rebung tersebut dengan harga yang cukup murah, hanya 10 ribu rupiah/kg nya.

Setelah rebung tersebut aku terima, aku segera mengangin-anginkannya sebentar. Berhubung rebung datangnya malam hari, aku tidak sempat menjemurnya. Langsung aku potong tips-tipis seperti keripik dan aku rebus dengan air sebanayak 3 gelas dan menunggu asat hingga tersisa 1,5 gelas. Setelah air tampak berwarna kenuningan seperti tea, aku segera meminumnya. Sebenarnya aku hampir saja muntah dan kesendak. Maklum saja, baunya dan sangat aneh. Pesing dan gimana gitu. Dari anjuran untuk meminum 2 gelas, aku hanya mampu meminum segelas saja.

Malam hari dan keseok harinya belum begitu terasa manfaatnya. Namun saat siang hari, saat hendak berangkat kopdar ke PGC mendadak aku merasakan ayang-ayangen yang sangat hebat. Bahkan sampai tidak bisa uang air kecil. Mirip tandon air yang penuh namun kran nya mampet. Saking tidak tahannya, aku sore harinya akhirnya dibawa istriku masuk ke UGD.

Sesampainya di UGD aku meraung kesakitan dan diberi infus yang sudah diberi suntikan obat pereda rasa sakit. Agak mendingan, walau susah dan mesti dibantu dengan memijat-mijat perut aku dapat mengeluarkan sidikit air kencingnya. Dokter UGD merujukku untuk segera dioperasi laser lagi dan besok harinya sekitar jam 2 siang aku akan di foto ronsent BNO-IVP untuk memperjelas posisi batu ginjal tersebut.

Ya sudah, aku pasrah saja, toh aku sudah berusaha dan ikhtiar meminum jamu rebung tersebut. Jika akhirnya gagal ya nggak papa. Dan malam harinya, sambil ber-tweeter-an dengan teman-teman. Aku menitipkan pesan agar aku didoakan supaya besok tidak perlu operasi dan bisa pulang dengan segera. Aku berharap, Tuhan mengulurkan tanganNya untuk memberikan sedikit mukjizatNya. Dan tampaknya Mbak Inge dan mbak Mariska Lubis serta beberapa temanku sepertinya benar-benar khusus dan ikhlas mendoakanku.

Terbukti besok paginya sekitar jam 10 siang, 2 jam setelah anakku marah-marah dengan memukul-mukul perut dan kakiku sambil berteriak “Batu nakal! Ayo keluaaar!” berulang kali akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang ‘mengganjal’ akan keluar.

TING!

Aku mendengar suara benturan kecil di closet. Aku berteriak senang seperti Archimedes! Aku melihat batu sebesar biji buah kurma serta beberapa serpihan pasir ada didasar kloset tersebut. Dan anehnya, tak ada darah yang keluar bercampur air seniku. Subhanallah!

serpihan batu ginjal yg sempat di foto

Hilang rasa jijikku dan aku memungut batu dan serpihannya dan mencucinya untuk aku serahkan ke Dokterku. Akupun akhirnya bisa buang air kecil dengan leganya siang itu. Rasanya aku semakin yakin bahwa ikhtiar rebusan rebung bambu kuning itu, walau tidak sempurna meminum 2 gelas lebih serta doa kami sekeluarga dan teman-temanku telah berkerja dengan baik.

Akhirnya, setelah dilakukan foto ronsen, dokter yang memeriksanya jadi kebingungan karena batu-batu yang tampak di USG tidak tampak di foto ronsennya. Ya sudah, apapun yang ada dibenak pak dokter. Aku tidak perduli, aku hanya perduli saat beliau dengan tegas menyatakan aku dipersilahkan pulang ke rumah dan operasi lasernya dibatalkan. Alhamdulillah.:

foto ronsen, batu ginjal tdk terlihat

……

“Bapak ngapain nata-nata baju pak?”

“Bapak pulang hari ini mas”

“Bapak nggak menginap lagi disini?”

“Enggak”

“Jadi kita nggak bisa berenang dong pak”

“Emang nggak bisa”

“Kok nggak bisa?”

“Ya ini kan rumah sakit mas, bukan hotel”

Senangnya dibeliin buah ama Thole. Dibeliin doang, yang makan tetep si

[Bekasi, 13 Januari 2011]

( disadur dari : kompas.com )

Jangan Minum Teh Setelah Makan Kepiting

Siapa tidak doyan kepiting???

Mau di masak dengan cara apapun saya sangat suka, jika masuk ke restaurant penyedia makanan laut, makan tak lupa memesan makanan ini, mau di masa saus padang, di masak telor, atau apapun rasanya tetap nikmat.

Nah biasanya setelah makan kepiting, saya lebih suka minum teh, namun beberapa waktu yang lalu saat makan bersama dengan seorang teman, dia berkata :

“Jangan minum teh sehabis makan kepiting…!!”

saya jawab :

“Lho kenapa???? dari dulu sehabis makan kepiting atau makanan laut lainya saya wajib minum teh, untuk membantu meluruhkan lemak atau minyak yang barusan saya santap”

“No… kamu salah, teh akan menganggu pencernaan setelah kamu makan kepiting”

Saya sama sekali tidak percaya dengan kata katanya, namun demikian saya menghargainya jadi saya batal minum teh, dan lebih memilih minum air putih saja.
Saking penasaranya sesampai di rumah sayapun mencari cari informasi yang menyatakan bahwa tidak boleh minum teh setelah makan kepiting, dan ternyata saya temukan tulisan ; Minum teh setelah makan kepiting akan melumerkan getah lambung, menyebabkan pencernaan terganggu, menurunkan fungsi pembasmi kuman dari getah lambung, sehingga bakteri dapat hidup bebas dalam lambung.

Selain menemukan informasi bahwa di larang minum teh setelah makan kepiting, ternyata ada juga informasi bahwa, buah kesemek, buah pear dan daging kambing termasuk makanan yang tidak boleh di makan setelah makan kepiting.

Daging kepiting banyak mengandung protein, sedangkan buah kesemak mengandung banyak asam tanat (yakni asam yang dapat menghancurkan protein).
Jika keduanya dikonsumsi bersamaan, asam tanat yang terkandung dalam buah kesemak akan membuat protein yang ada dalam daging kepiting beku menggumpal, sehingga sulit untuk dicernakan, dan apabila terlalu lama berada dalam usus akan meragi dan membusuk, sehingga menyebabkan rasa mual, muntah, nyeri perut, diare dan lain sebagainya.

Meskipun buah pir adalah obat mujarab untuk mengurangi kekeringan di musim gugur, tetapi sewaktu mengkomsumsi kepiting sebaiknya diberi tenggang waktu. Khususnya bagi penderita limpa lambung lemah dingin harus lebih memperhatikan masalah ini.
Hal ini dikarenakan buah pir adalah makanan yang bersifat dingin, makan bersama dengan kepiting yang bersifat dingin , akan melukai limpa lambung, mengakibatkan pencernaan buruk.
Dengan alasan yang sama, setelah makan kepiting juga tidak cocok segera minum air es, makan es krim atau minuman dingin lainnya, bila tidak, akan menimbulkan diare.

Daging kambing juga tidak baik jika menjadi pendamping hidangan kepiting. Hal ini dikarenakan daging kambing bersifat panas, sedangkan daging kepiting bersifat dingin.
Apabila dikonsumsi secara bersamaan, tidak saja akan mengurangi fungsi memperkuat dan menghangatkan dari daging kambing, namun juga akan mengganggu limpa lambung.
Dengan alasan yg sama, kepiting juga tidak cocok dikonsumsi dengan ikan gabus yang berfungsi memperkuat dan menghangatkan.

Jadi bagi Anda yang biasa minum teh setelah makan kepiting lebih baik pikir pikir dulu demi kesehatan pencernaan Anda.

Juga bagi Anda yang suka makan buah setelah makan kepiting, lebih baik hindari buah pear dan kesemek, juga hindari makan kambing.

Salam kesehatan
( disadur dari Kompas.com )

Atasi Kolesterol dengan Jati Belanda

Daun adalah bagian tanaman yang sering dimanfaatkan. Salah satu di antaranya adalah Jati Belanda. Khasiat herba ini telah teruji, seperti kemampuannya menekan risiko diare, mengatasi masalah berat badan, hingga mengontrol laju kolesterol.

Sejak zaman dulu masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di Pulau Jawa, telah mengenal dan memakai air rebusan daun jati belanda sebagai bahan baku jamu pelangsing tubuh, biasa disebut galian singset (bahasa Jawa). Pengalaman sekaligus bukti empiris inilah yang “ditangkap” perusahaan jamu, sehingga saat ini hampir semua jamu pelangsing selalu mengambil khasiat daun jati belanda.

Setyoko dari Kebun Tanaman Obat Sekarwangi, menjelaskan bahwa untuk menjadikan ramuan dapat dilakukan dengan mengeringkan daunnya. Selanjutnya digiling untuk dibuat serbuk.

“Setelah menjadi serbuk, ambil 20 gram, lalu seduh dengan air panas. Saring dan minum dua kali sehari. Namun, mereka yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini,” katanya.

Banyak penelitian membuktikan bahwa daun jati bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Belakangan daun jati belanda dipercaya memiliki manfaat lebih dari itu, yakni berpotensi untuk dikembangkan sebagai herba pengontrol kolesterol.

Nyata menurun Yosie Andriani H.S. di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor pernah melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh daun jati belanda (dalam bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDL/high density lipoprotein).

Penelitian menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan pada empat kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri atas lima ekor.

Ternyata pemberian ekstrak daun jati belanda (dalam tiga bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) berpengaruh terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDL). Kadar TPC, LDL, dan trigliserida pada perlakuan kontrol (tanpa pemberian daun jati) terlihat sangat tinggi (berbeda nyata) dibandingkan dengan kadar TPC, LDL, dan trigliserida yang diberi perlakuan daun jati.

Fakta ini menunjukkan adanya penurunan kadar TPC, LDL, dan trigliserida akibat pemberian daun jati belanda. Persentase penurunan kadar TPC tertinggi terjadi dalam pemberian daun jati belanda pada perlakuan ekstrak etanol (62 persen), diikuti perlakuan ekstrak air (55 persen), dan fraksi aktif steroid (36 persen).

Naikkan HDL Pemberian ekstrak daun jati belanda juga berdampak pada peningkatan HDL. HDL dapat menurunkan kadar kolesterol dalam sel dengan cara mengambil kelebihan kolesterol dari jaringan untuk kemudian diproses di hati lalu dibuang bersama cairan empedu.

Gan (1987) menyebutkan, HDL memiliki efek protektif terhadap pembuluh darah jantung. Lebih lanjut, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun jati belanda terbukti mampu menurunkan kadar lipid darah. Ini berarti daun jati belanda bisa dijadikan obat alternatif antihiperlipidemia.

Fakta ini beberapa tahun terakhir ditanggapi oleh para pengusaha jamu dengan mengembangkan produk berbahan baku daun jati belanda. Tak heran, banyak tersedia produk olahan fitofarmaka berbahan dasar herba ini, seperti dalam bentuk serbuk dalam kapsul maupun seduhan, layaknya teh.

Dijelaskan Setyoko, pada prinsipnya herba ini sangat aman, tentu saja jika diolah dengan murni dan bersih, tanpa campuran bahan kimia. “Agar lebih yakin, tak ada salahnya coba mengolah dan meramunya sendiri, guna memastikan bebas dari campuran bahan kimia,” tambahnya.

Selain daunnya, bagian lain dari pohon jati belanda yang berkhasiat obat adalah kulit, buah, dan bijinya. Bagian dalam kulitnya biasa dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit cacing, bengkak kaki atau kaki gajah.

Buahnya digunakan sebagai obat batuk rejan. Rebusan bijinya yang sudah dibakar seperti kopi dapat diminum sebagai obat sembelit. Namun, tetap perlu kehati-hatian dalam menggunakan daun dan biji jati belanda sebagai obat. Pasalnya, bila terlalu berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan usus. Karena itu, selain bagian daunnya, pemanfaatan bagian lain jati belanda saat ini relatif jarang dan memang belum ada uji toksiknya.

Jika Anda tertarik untuk menaman jati belanda, sebenarnya relatif mudah. Tanaman ini tidak butuh air banyak dan tak memerlukan perawatan khusus.

Cukup Diseduh Meramu daun jati belanda relatif mudah. Daun yang sudah dikeringkan cukup diseduh dengan air panas, seperti halnya membuat teh. Sering juga daun ini dibuat ekstrak atau serbuk.

Berikut beberapa contoh ramuan:

1. Peluruh kolesterol

Ambil beberapa lembar daun jati belanda kering. Seduh dengan air panas secukupnya, seperti membuat teh. Saring sebelum diminum. Agar tidak hambar, tambahkan satu sendok madu atau gula batu.

2. Pereda Diare

Daun jati belanda kering digiling untuk dijadikan serbuk. Ambil 20 gr serbuk ini dan seduh dengan air panas. Kemudian saring dan minum dua kali sehari. Jika suka, bisa dicampur kencur dan madu secukupnya.

Catatan: Orang yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini.

3. Pelangsing

Ambil tujuh lembar daun jati belanda segar lalu cuci bersih. Tambahkan sepotong rimpang bangle, temulawak, atau kunir putih. Rebus dengan satu setengah gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum. Saat meramunya harus bersamaan dengan temulawak atau kunir putih guna mengurangi efek iritasi lambung. Selama mengonsumsi ramuan ini, tetaplah minum banyak air putih.
( disadur dari : kompas.com )