Serat Bermanfaat Melawan Penyakit

serat-dASOSIASI Diet Amerika (American Dietetic Association/ADA) menyatakan bahwa sebagian besar orang dewasa mengonsumsi kurang dari 15 gram serat per hari, padahal untuk mencapai kesehatan optimum Anda dianjurkan untuk mengonsumsi 20-35 gram serat per hari. Serat merupakan unsur yang sangat penting untuk menjaga kesehatan fungsi-fungsi tubuh. Meskipun penelitian terus membuktikan efektivitas serat, namun masih banyak juga yang belum memperhatikan pemenuhan asupan serat secara serius. Anda masih enggan menambah asupan serat? Berikut beberapa fakta yang bisa mendorong Anda memperhatikan asupan serat.

Melawan penyakit. Diet kaya serat membantu mencegah penyakit jantung, kanker colon dan diverticulosis (sejenis gangguan usus), serta membantu mengontrol diabetes dan mencegah kanker payudara. Serat larut air bisa menurunkan kolesterol darah hingga 5% atau lebih. Jenis serat larut ini membantu tubuh mengeluarkan kolesterol dengan cara mengikatnya di dalam saluran pencernaan. Serat telah digunakan untuk mengatasi masalah konstipasi selama ribuan tahun.

Menghentikan makan berlebih. Makanan kaya serat memerlukan waktu mengunyah dan mencerna yang lebih banyak, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama. Makanan yang mengandung serat tidak larut air seperti whole grain dan beras merah tidak dicerna dan menambah volume makanan. Sedang serat larut air seperti keluarga kacang polong, biji-bijian, buah segar dan kering, serta sayur mentah dan masak akan berubah menjadi substansi menyerupai gel selama proses pencernaan dan memperlambat makanan melewati usus sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

Pola makan modern tidak kaya serat. Menurut ADA, sebagian besar biji-bijian, buah dan sayur yang dikonsumsi hanya mengandung 1-3 gram serat. Jika tidak mengonsumsi diet sehat, Anda perlu meningkatkan asupan serat. Anda bisa memenuhi asupan serat harian dengan mengonsumsi:

* Tiga takar sayur sehari
* Dua takar buah sehari
* Dua takar kacang-kacangan sehari
* Satu takar produk whole grain sehari.

Kacang polong dan biji-bijian. Kacang polong dan whole grain merupakan sumber yang paling kaya serat. Buah dan sayur juga bagus, tetapi biasanya hanya mengandung kurang dari 2 gram serat per takar.

Anak-anak memerlukan tenaga serat. Anak-anak usia di atas dua tahun (hingga 18 tahun) sebaiknya mengonsumsi serat setara dengan usia mereka ditambah 5 (dalam hitungan gram) per hari. Penelitian menunjukkan, anak-anak dengan diet sehat kaya serat berisiko lebih rendah mengalami penyakit jantung dan beberapa jensi kanker di usia selanjutnya. Anak-anak biasanya lebih menyukai sayur, buah atau sereal yang telah diperkaya dengan vitamin dan mineral. Anda bisa memilih yang paling disukai anak. Satu cangkir raisin bran cereal mengandung 7 gram serat, 1/2 cangkir kacang polong masak mengandung 4 gram serat, dan satu apel ukuran sedang (dengan kulit) mengandung 3 gram serat.

Perbanyak minum air. Untuk menjaga agar serat tetap bergerak melalui saluran pencernaan, Anda perlu memperbanyak minum air. Pastikan minum 8 gelas atau lebih setiap hari, khususnya saat Anda aktif bergerak atau cuaca panas.

Serat tidak hilang saat dimasak. Tidak perlu cemas memasak buah atau sayuran, serat tidak akan hilang.

Jangan terlalu banyak. Mengonsumsi serat hingga 50 gram per hari bisa menyebabkan diare dan kembung, serta bisa menganggu penyerapan seng, besi dan mineral lain di dalam tubuh.

Kemudahan. Memenuhi asupan serat tidak sesulit yang Anda bayangkan. Jadikan buah segar sebagai topping pancake Anda. Konsumsi sereal oatmeal panas sebagai sarapan. Taburkan sereal kaya serat ke dalam yogurt atau jus Anda. Tambahkan sayur dan kacang polong ke dalam pasta Anda. Konsumsi produk segar sebisa mungkin. Sebuah pir atau satu cangkir strawberry, brokoli atau wortel mengandung 4 gram serat atau lebih. Selain itu, pastikan juga melihat label makanan
(disadur dari : www.mediaindonesia.com)

Kopi Mampu Perlambat Penyakit Hati

kopiPENELITI dari National Cancer Institute Amerika Serikat menemukan, kopi bisa memperlambat perkembangan penyakit hati pada penderita hepatitis C kronis. Diketemukan pasien yang minum 3 cangkir atau lebih kopi per hari berisiko 53% lebih rendah mengalami perkembangan penyakit hati dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Hepatology ini, para peneliti melibatkan 766 pasien yang telah terinfeksi virus hepatitis C (hepatitis C virus/HCV). Semua partisipan diminta melaporkan asupan kopi, teh hijau dan teh hitam mereka. Para pasien diperiksa setiap 3 bulan sekali sepanjang hampir 4 tahun masa studi. Selain itu, mereka juga menjalani 2 kali biopsi (setelah 18 bulan dan setelah 3.5 tahun mengikuti studi) untuk menentukan perkembangan penyakit hati mereka. Teh hitam dan teh hijau, terang peneliti, tidak terlalu berpengaruh.

“Ini merupakan studi pertama yang memelajari hubungan antara perkembangan penyakit hati terkait dengan hepatitis C dan asupan kopi,” tutur pemimpin studi Neal Freedman, seperti dikutip situs healthday.

Dan mengingat begitu banyaknya orang yang terinfeksi HCP, terang Freedman, sangat penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang bisa diubah berkaitan dengan perkembangan penyakit hati.”Meskipun kita tidak bisa mengesampingkan peran faktor lain, hasil studi kami menunjukkan kalau pasien dengan asupan kopi tinggi mempunyai risiko perkembangan penyakit yang lebih rendah.”

Akan tetapi, peneliti mengingatkan kalau penemuan mengenai manfaat kopi ini sebaiknya tidak disamaratakan kepada orang yang sehat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, HCV menginfeksi sekitar 2.2 persen dari seluruh populasi dunia, termasuk lebih dari 3 juta warga Amerika. Virus ini merupakan pemicu utama transplantasi hati di Amerika Serikat dan merupakan penyebab 8.000-10.000 kematian per tahunnya.
(disadur dari : www.mediaindonesia.com)

Menjaga Kesehatan Amandel.

amandelAmandel (tonsil) adalah tumpukan lapisan seperti tisu yang terletak pada sisi kerongkongan bagian belakang. Amandel merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, yang didesain untuk melindungi kita dengan menjebak bakteri atau virus yang berusaha masuk ke tubuh kita melalui mulut.

Celah di jaringan amandel berfungsi menangkap kuman. Dalam celah-celah tersebut, banyak terdapat sel makrophag dan sel-sel darah putih yang bertugas menangkap kuman dan membunuh kuman tersebut. Amandel dapat mengatasi antigen spesifik terutama terhadap diphteri, virus poliom kuman streptococus, hemofilus influenza , staphylo cococus, dan e coli sampai suatu tahap tertentu.

Dalam penelitian, didapatkan bahwa daya imunologis amandel jauh lebih kuat dan baik dibandingkan dengan zat kekebalan tubuh yang terdapat dibagian lain. Itu karena zat kekebalan amandel langsung berhubungan dengan dunia luar, sehingga menjadi tempat pertahanan tubuh pertama kali.

Sebenarnya terdapat lima buah amandel di tenggorokan manusia, tetapi hanya dua buah yang terlihat jelas dari bagian luar. “Kalau kita periksa maka ada dua buah amandel terdapat menempel d ibagian lidah belakang, dua buah amandel di sisi kanan kiri yang kita lihat melalui mulut dan bagian atas,” kata Spesialis THT RSCM, Dr Irwan Effendy.

Bila kuman yang masuk sudah tak bisa diatasi, Amandel akan membesar dan koloni kuman di amandel terlihat sebagai bercak putih yang terdiri dari banyak kuman. Celakanya, perlawanan yang dilakukan oleh amandel justru menginfeksi dirinya sendiri, hal ini yang disebut radang amandel.

Gejala radang amandel akut pada setiap orang akan berbeda. Namun beberapa gejala yang umumnya timbul antara lain rasa nyeri amat sangat di tenggorokan, demam dengan suhu tinggi, amandel membesar dan menjadi lebih merah. “Pada anak kecil, radang amandel bila tidak diobati dengan baik, dapat menyebabkan radang jantung, bisul di dalam mulut, hingga kematian akibat tidak ditangani secara tepat,” katanya lagi.

Gejala lainnya yang menyertai amandel akut antara lain tubuh menggigil, terdapat jaringan berwarna kuning atau putih yang menempel pada amandel dan kalau dilepaskan, bisa berdarah. Amandel akut biasanya juga disertai suara serak bila terkena pita suara. Pembesaran kelenjar getah bening leher juga bisa membuat nafas berbau busuk dan dapat disertai radang telinga tengah.

Pengobatan secara umum adalah istirahat dan pemberian obat panas, pemberian antibiotika yang sesuai dengan penyebab amandel. “Untuk mengurangi keluhan akibat radang, tindakan operasi hanya dilakukan bila pembesaran tonsik mencapai T3-T4 sehingga menyebabkan sulit bernafas, atau pada penyakit difteri karena kuman itu berpotensi menyebabkan radang jantung, atau pada absces (bisul) bernanah di amandel.

Jika hal tersebut sudah terjadi, operasi amandel harus dilakukan oleh dokter ahli THT dan dokter ahli Anestesi yang profesional dan baik, sehingga mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi yang dapat timbul dalam operasi mulai dari perdarahan dalam mulut, hingga kematian akibat alergi obat bius.

Sebenarnya ada beberapa upaya yang dapat dilakukan sendiri di rumah untuk pencegahan, perawatan, dan pengobatan. Langkah yang bisa dilakukan antara lain minum banyak air atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam agar mengurangi bengkak. Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan.

Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari. Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari. Diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah.

Jika sedang menjalani pengobatan dengan antibiotik, tidak masalah pergi ke sekolah 24 jam setelah demam hilang dan badan terasa agak sehat setelah meminum antibiotik. Jika tetap merasa lemah, lelah, dan gatal di kerongkongan, yang paling baik dilakukan adalah istirahat di rumah selama satu sampai dua hari. Istirahat dan relaksasi terkadang menjadi obat mujarab jika kita sakit.
(disadur dari : okezone.com)

Tips Khusus Diakhir Pekan Anda.

sehatBerikut ini adalah satu tips yang sederhana dikutip dari seorang master di bidang ilmu psikolog dan gizi dari University of Toronto bernama Harley Pasternak tentang menghentikan kebiasaan buruk dan menantang diri anda pada kebiasaan dan pola hidup sehat.

Akhir pekan- adalah waktunya untuk bersantai, melemaskan punggung, melihat televisi, dan hanya bersantai-santai, benarkah begitu?. Anggapan tersebut adalah opini yang salah! Akhir pekan yang tentunya merupakan waktu anda bersantai dan menikmati diri sendiri dari kesibukan selama satu pekan, akan tetapi itu bukanlah alasan untuk memparkir diri anda di depan saluran TV berjam-jam hingga seharian penuh. Disamping itu yang sebenarnya terjadi ketika anda menonton televisi adalah bahwa anda sepenuhnya tidak aktif, semua iklan makanan yang tidak sehat dirancang untuk meningkatkan selera makan anda pada makanan-makanan tersebut.

Oleh sebab itu, tantang dan ajak diri anda agar menonton televisi satu jam dalam sehari pada akhir pekan! Dengan begitu anda akan lihat apa dampak yang bisa anda peroleh pada penurunan berat badan anda.
(disadur dari : blogcatalog.com)

Enam Alasan Mengonsumsi Ikan

ikanIKAN merupakan makanan sehat kaya manfaat. Ia mengandung asam lemak omega-3 yang diklaim sangat baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, ikan juga bisa menjadi pengganti daging sebagai sumber protein yang rendah lemak. Masih belum tertarik mengonsumsi ikan? Berikut beberapa manfaat dan alasan lain yang mungkin bisa menarik minat Anda.

Rendah lemak. Sebagian besar jenis kerang-kerangan dan ikan berdaging putih bahkan beberapa ikan berdaging gelap seperti yellow-fin tuna mengandung lemak total yang lebih rendah dibandingkan sumber protein hewani lainnya. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 di dalam ikan juga sangat penting untuk otak (60% dari bagian solid otak tersusun dari asam lemak omega-3). Sel-sel otak membutuhkan suplai asam lemak untuk menyegarkan diri.

Sumber protein, vitamin, dan mineral, termasuk vitamin A dan D, fosfor, magnesium, selenium, dan yodium (pada ikan laut). Protein dari ikan, sama seperti daging, mudah dicerna dan sangat dianjurkan untuk melengkapi protein dari sereal dan kacang-kacangan. Selain itu, jenis ikan tertentu seperti salmon, juga turut menyumbangkan kalsium yang baik untuk mencegah osteoporosis.

Minyak ikan berguna untuk janin dan bayi menyusui. Kandungan minyak di dalam ikan, khususnya DHA sangat penting untuk perkembangan mata dan penglihatan bayi. Sebuah studi menemukan, perempuan hamil yang mengonsumsi lebih banyak asam lemak pada ikan terbukti mempunyai bayi dengan perkembangan otak yang lebih matang. Bayi baru lahir dengan ibu yang mempunyai lebih banyak kandungan docosahexaenoic acid (DHA) di dalam darahnya juga mempunyai pola tidur yang lebih baik dalam 48 jam pertama kelahiran dibandingkan anak dari ibu yang hanya mengonsumsi sedikit DHA. Ikan seperti tuna, makarel, dan sarden bisa menjadi pilihan yang bagus untuk hamil hamil dan menyusui.

Kurangi risiko stroke dan serangan jantung. Dua studi dari Harvard mendukung anjuran American Heart Association untuk mengonsumsi ikan secara secara teratur sebagai bagian dari diet jantung sehat. Studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association dan di the New England Journal of Medicine ini melaporkan, mengonsumsi beberapa takar ikan per minggu (sebagai sumber utama asam lemak omega-3), bisa melindungi laki-laki dan perempuan dari penyakit jantung. Asam lemak ini dinyatakan bekerja dengan melindungi sel-sel jantung dari efek ventricular tachycardia. Selain itu, omega-3 ini juga dinyatakan menghambat penyakit jantung dengan menurunkan kadar trigliserida dan pengentalan darah.

Kurangi peradangan dan sakit sendi. Sejumlah studi menunjukkan kalau asam lemak omega-3, khususnya yang terdapat pada ikan laut, bisa mengurangi peradangan dan sakit di persendian. Anda bisa mendapatkan efek positif ini dengan mengonsumsi ikan laut berminyak seperti salmon, makarel, sarden dan tuna.

Menurunkan kolesterol darah. Sebagai perbandingan, dada ayam tanpa kulit mengandung 58 miligram kolesterol per takar. Salmon mengandung 39 mg per takar. Udang mengandung kolesterol yang lebih tinggi, 152 mg. Tetapi, keduanya mengandung lebih sedikit lemak jenuh (yang sangat berperan dalam menaikkan kolesterol darah) dibandingkan dada ayam tanpa kulit
(disadur dari : www.mediaindonesia.com)